HADIRKAN KEUNTUNGAN BAGI UMKM MELALUI PASAR DIGITAL

Di tahun 2020 ini, dunia memang tidak  seperti sebelum-sebelumnya. Keramaian pada event-event besar juga untuk sementara hilang dari permukaan bumi.

Ada sebuah wabah penyakit yang entah darimana mulanya cukup membuat heboh masyarakat di seluruh dunia. Ya, wabah ini dikenal dengan virus corona atau dikenal juga istilah Covid-19.

Akibatnya perekonomian dunia luluh lantah. Bahkan beberapa negara hampir mengalami resesi jika keadaan terus menerus seperti ini.

Indonesia pun menjadi salah satu negara yang hampir mengalami resesi. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia harus mengambil langkah kebijakan yang tepat untuk meneyelamatkan perekonomian Indonesia.

Jika terus dalam keadaan seperti ini, maka dapat dipastikan Indonesia akan mengalami resesi dan akan berdampak pada masyarakat Indonesia secara luas.

Salah satu langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia pada saat ini adalah pengalokasian dana pengadaan barang dan jasa BUMN kepada UMKM. Maksudnya, pengadaan barang dan jasa BUMN harus melalui UMKM. Jadi UMKM bisa menjadi vendor BUMN yang ada di seluruh negeri.

UMKM di Indonesia terus mengalami perkembangan dan kenaikan. Kembali ke satu dekade yang lalu, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 52.764.750 unit dengan pangsa pasar mencapai 99,99%. Memasuki tahun 2014 – 2016, jumlah tersebut meningkat menjadi 57,9 juta unit.

Kemudian, pada tahun 2017, UMKM di Indonesia diperkirakan sudah mencapai angka lebih dari 59 juta unit. Tidak mengherankan apabila UMKM menjadi salah satu bagian paling signifikan dalam tulang punggung perekonomian Indonesia dan ASEAN.

Bahkan, sebanyaknya kurang lebih 88,8% – 99,9% bentuk usaha di ASEAN adalah UMKM, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 51,7% – 97,2%. Perkembangan UMKM memang tidak lepas dari regulasi-regulasi dan juga birokrasi yang ada tentunya.

Dengan jumlah UMKM yang banyak, tentu variasi produk dan jasa yang ditawarkan PASAR DIGITAL UMKM sangatlah beragam. Selain itu, BUMN juga semakin mudah melakukan pengadaan barang dan jasa, karena dilakukan secara online.

Dengan sistem yang mendukung, tentu BUMN dapat memantau proses transaksi mereka. Apalagi beberapa BUMN telah diwajibkan melalukan transaksi pengadaan barang dan jasa melalui PASAR DIGITAL UMKM. Sesuai dengan apa yang dicanangkan oleh Menteri BUMN, Erik Tohir.

Bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, banyak sekali tentunya keuntungan yang bisa Anda dapatkan ketika bergabung dengan Pasar Digital UMKM.

  1. Apabila Anda sudah memiliki beberapa toko di beberapa marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Blibli, Lazada dan juga Shopee, Anda bisa mengelola produk dan transaksi terpusat melalui PASAR DIGITAL UMKM. Jadi dengan begitu, Anda bisa mengelola toko Anda dengan mudah.
  2. Dengan mendaftar di PASAR DIGITAL UMKM, usaha Anda akan otomatis tercatat sebagai daftar UMKM yang akan dimonitor secara langsung oleh Kementerian BUMN.
  3. Anda bisa mengintegrasikan data pelanggan Anda dari seluruh channel yang nantinya bisa Anda maksimalkan dengan fitur CRM yang tersedia.
  4. UMKM yang belum terdaftar sebagai supplier belanja barang dan jasa BUMN akan didukung untuk naik kelas sebagai UMKM yang bertugas menyediakan pengadaan barang dan jasa BUMN.

Segera daftarkan UMKM Anda sekarang juga di PASAR DIGITAL UMKM untuk meningkatkan produktivitas UMKM Anda!

tips and trik